This is all about (making) a baby.....

Baby... I wanna a baby, I said to my husband. Then, he laughed. Ada perbantahan dalam kehidupan rumah tangga eikasalim.
Perbantahan apakah itu??
Eika: "Mas, nduk mau punya anak?"
Salim: "Ai ai ai kecil-kecil sudah minta anak?"
Eika: "Ini penting mas, buat teman nduk di Kanada
Salim: (ketawa) "Lho emang di Kanada gak ada anak kecil?"
Eika: "Anak kecil sih banyak... tapi kan bukan produk kita sendiri" Salim:....kekekekekk..."Ooo jadi itu to intinya...Mas tau sekarang, yang nduk inginkan ber produksi, iya kan? Iya kan?
Percakapanku dengan suami yang sedikit garing itu ternyata sempat masuk ke dalam benakku. Masak sih mas, eika mau anak hanya karena produksi (baca: sexualism)? Ternak dong?? Wah wah... ada salah paham deh. Yang aku inginkan adalah anak, not ternak. Bukan hanya berproduksi namun untuk melanjutkan fitrah dan kodrat rumah tangga dan hubungan suami istri (nah lo…bingung gak nih??)
Aku jadi inget kata temanku bahwa yang diinginkan wanita jaman sekarang either money or sex. Yang ada sekarang adalah kesekstiaan NOT kesetiaan.
Ah mosok? Tanyaku.
Dalam alam pikiranku, aku masih berpegang teguh pada prinsip bahwa "perempuan mencinta dengan sepenuh hati, bagi perempuan cinta adalah hidupnya". Dengan cinta itu pula lah, perempuan mengabdi kepada rumah tangganya; dan sex bukanlah tujuan utama dalam rumahtangga.
Suamiku menimpali: "Sex yang dilakukan dengan kasih sayang dalam ikatan suami istri adalah sex yang mengangakat kemanusiaan, sebaliknya sex yang dilakukan semata-mata karena nafsu adalah simbol primitif dari basic instinct. Tidak hanya wanita yang bisa melakukan sex dengan kasih sayang, pria pun juga bisa..."
Hmmmmm..........
Kadang jika membicarakan tentang sexual disparity between men and women, aku suka lupa bahwa suamiku juga seorang pria.
*Eika*
0 Comments:
Post a Comment
<< Home