Sebuah epitaph kecil untuk sahabat
"Kematian adalah sederhana, sesederhana daun jatuh luruh ke bumi..."
Ya betul, kematian memang sederhana, sesederhana tarikan napas terakhir yang menutup kisah panjang perjalanan manusia. Saking sederhananya sebuah kematian, sang almarhum tidak perlu bersusah2 untuk menggali kuburnya sediri. Semua atribut dan keragaan telah ditinggalkan..
Termasuk yang hidup pun telah ditinggalkan..
Yang hidup dan menangis
Yang hidup dan bersedih
Yang hidup yang akan membawa kenangannya sampai tiba giliran untuk mati
Dan kau sahabatku,
kematianmu membawa duka teramat dalam bagiku dan bagi orang2 yang mencintaimu
Namun kau sahabatku
Pergi dan tak menoleh lai
Ketidakpercayaan dan ketidakmampuanku untuk menggarisbawahi fakta bahwa kau telah tiada: membuatku masih menggumamkan epitaph2 pendek untuk menentramkan hatiku.
Kau telah tiada, dan mungkin itu yang terbaik bagi kita....
*EIKA*
1 Comments:
Wah... wah ... wah ....
Heran aku....
Lama gak di temenin chatting jadi ngamuk ngisi blog terus....!!!!
Sampe2 masalah anak dibawa2 ke blog...
ck...ck...ck...ck...ck...
Post a Comment
<< Home