Eikasalim

Eika Salim adalah keluarga baru yang sedang belajar untuk mengarahkan bahtera rumah tangganya ke lautan luas sana.. menuju pulau yang bernama samara

Friday, February 24, 2006

Another Candle in the Wind


"The nature of human live is like a candle lighted in open air.....without protection from above and every side..."
(Anna and the King)

Another sad news....
Hari ini salah seorang sahabat terbaikku pulang menghadap Tuhan..

Aku masih sedikit shock untuk menarasikan ceritaku, namun tetap saja kuputuskan untuk menarasikannya di media ini. Bukan untuk pamer kesedihan dan air mata, juga bukan untuk sok berduka cita.

Ini adalah sebuah epitaph di dunia maya untuk sahabatku terkasih.

Ari Yulianto (AYe) adalah sosok yang kukenal sejak aku berada di bangku SMP, kira2 13 tahun yang lalu. Dia tinggi, kurus, namun juga tampan -setidaknya dia selalu mengatakan kalau dirinya tampan-. Dia bahkan pernah mengaku sebagai Tio Boe Kie yang akan memiliki 49 istri jika sudah dewasa kelak.

Namun semenjak SMP, aku tau, hatinya tertarik pada satu orang -Tintin-. Begitu juga Tintin, tertarik pada AYe. Namun keduanya tidak pernah mau saling mendekat, hanya memandang dan mengagumi dari jauh tanpa pernah berpikir untuk mendekat. AYe sibuk dengan wajah gantengnya, dan Tintin tumbuh dewasa tanpa menoleh ke arah AYe.

Namun aku sebagai sahabat yang berdiri diantara keduanya, mengetahui benar apa yang terjadi. Hanya kusimpan sendiri.

Selepas STM di STM Negeri I Yogyakarta, AYe mendapatkan perkerjaan di sebuah pertambangan batu bara di Kalimantan (Samarinda). Tintin ada di Jogja melanjutkan pendidikannya di Universitas Ahmad Dahlan. Justru jarak yang jauh itu yang membawa mereka pada komunikasi yang intensif melalui sms dan telpon. Sampai akhirnya di penghujung tahun 2003, mereka memutuskan untuk meneruskan cinta yang telah tumbuh dimasa SMP.

Pada saat itu mereka sama sekali tidak mempublikasikan cinta mereka. Mereka menjalaninya diam-diam seolah2 tidak ada apa2. Bahkan pada acara kumpul2 dengan teman SMP, tak secuilpun mereka menunjukkan bahwa mereka jadian.

Lalu...kisah babak ini berakhir... Tintin dan AYe mengakhiri hubungan mereka karena ada masalah internal yang harus di sinkronisasi. Bagaimanapun AYe terlalu tampan dan Tintin terlalu cantik, sehingga tidak mudah bagi mereka untuk mengatasi keberadaan "orang-orang lain" di sekeliling mereka.

Tapi babak itu tidak benar2 berakhir... di tengah tahun 2005 AYe malah melamar Tintin untuk menunjukkan keseriusannya. Tintin pun menerima. Hari lamaran mereka hampir bersamaan dengan hari lamaranku namun begitu aneh karena kami masing2 tidak mau membuka pembicaraan mengenai hubungan percintaan yang sebentar lagi akan menuju ke pernikahan.

Sampai ketika aku berkunjung ke rumah Tintin dengan calon suami -Mas Salim- untuk mengabarkan dan mengundang Tintin ke pernikahan kami. Di situ ada AYe. Akhirnya mereka pun juga mengakui bahwa mereka sudah bertunangan...

Hmmm... kami -aku dan Tintin- sangat bahagia karena sama2 menemukan tambatan hati pada saat bersamaan. Tapi aku lebih dulu menikah karena aku akan segera pergi ke Montreal. Sementara pasangan AYe dan Tintin masih harus menunggu waktu dimana AYe bisa pindah ke Jogja (mereka berencana membangun rumah tangga di Jogja).

AYe dan Tintin menghadiri pernikahanku pada tanggal 17 Juli 2005. Kami sama2 bahagia dan bersyukur karena anugerah Allah yang maha tak terkira.

Beberapa hari kemudian -20 Juli 2005- mereka berkunjung lagi ke rumah. AYe pamit padaku bahwa dia akan kembali bertugas di rimba Kalimantan. Sementara Tintin memintaku mendoakan agar mereka segera dipersatukan, seperti halnya Allah telah mempersatukan aku dan Mas Salim dalam ikatan pernikahan.

Kemudian aku ke Montreal...

Aku sempat kontak Tintin sekali pada bulan November 2005 untuk menyampaikan selamat hari raya idul fitri. Saat itu aku sempat menanyakan AYe. Tintin bilang, AYe ada di Jogja dan tidak akan kembali ke Kalimantan. Aku tidak menanyakan alasan lebih lanjut. Kupikir AYe sudah dapat pekerjaan baru sehingga ia bisa pindah ke Jogja.

Yang tidak ku ketahui adalah: AYe pulang dalam keadaan sakit. Dokter mendiagnose ia mengalami penyakit dalam: komplikasi antara hati, maag kronis, dan paru.

Sampai hari ini.... 24 Februari 2006 waktu Montreal... Ari mengehembuskan nafas terakhirnya di samping kekasihnya -Tintin- yang terus menemaninya sampai akhir hidupnya.

Tidak ada lagi yang bisa aku katakan....
Semua ruwet, semua kabur.... tanpa penjelesan apa2 Tuhan membawa AYe pergi..

Yang tinggal harus melanjutkan.

Tintin -sang cinta pertama dan pasangan kasih yang setia- harus melanjutkan.

Entah dimana... mungkin di surga.

Selamat jalan sahabat.... doaku terukir untukmu
Tak mampu kuhadir di pemakamanmu
Namun dari jauh aku menyertakan doaku
Selamat jalan sahabat...
Kekasih Sejati mu tidak akan pernah meninggalkanmu....

*Eika*

0 Comments:

Post a Comment

<< Home