Pengembaraan Salim
Jakarta
Jakarta adalah ladang
Jakarta adalah sawah
Jakarta adalah kebun
Jakarta bukan kota
Jakarta adalah belantara
Dimana hukum hukumnya lebih kejam dari hukum rimba
Sta Jatinegara, Juli 2002
Karna Dunia tlah dititipkan
Kini kita tau bahwa kebebasan ekstrim adalah anarkisme
Dan pengikatan berlebihan adalah penindasan
Kedaulatan yang adil adalah kepemimpinan oleh diri sendiri
Tanpa supremasi keadilan,
Segala macam tatanan menjadi sia sia
Maka diri mesti berdiri tegak
Wajah berhadap wajah dengan yang lain
Tanpa tunduk maupun tenggadah
Karna Tuhan tlah menitipkan dunia dalam genggaman kita
Shabran, Jan 2003
Perempuan malam
Sekarang, lebih banyak lagi wanita wanita malam
Tidak hanya yang berdiri di pinggir jalan
Menunggu sapaan dan jemputan pria hidung belang
Atau di hotel hotel, losmen losmen dan rumah penginapan
Remang remang
Menemani om om kesepian
Atau juga putri putri di kos kosan yang kelihatan sopan
Tapi menunggu panggilan datang
Mereka adalah wanita yang bekerja membanting tulang di waktu malam
Memutar roda roda produksi sebuah perusahaan kacang
Sementara yang lain tidur dengan suami tercinta di ranjang
Demi hidup mereka rela mengorbankan malam indah di peraduan, tanpa uang lemburan
Sampai satu saat produksi harus dirampingkan
Sebagian harus pasrah menjadi pengangguran
Mungkin tanpa uang jaminan yang layak bagi kemanusiaan
Kasihan, mereka bilang daripada nggak makan
Atau menjadi wanita jalang
Jatiroto, Maret 2003
Jalan ke sebrang
Kawan, tunjukan padaku yang mana jalan kesana
Barapa lama kita kan sampai
Lalu, siapa yang menunggunya
Di sini tiada lagi yang bisa diharapkan
Kehidupan makin garang bermusuhan
Segala isi daratan-lautan mati pelan pelan
Entah berapa lama lagikah kita bertahan
Ketika semua nyanyian telah jadi tangisan
Tunjukkan padaku titian itu
Perlintasan dimana kita kan bertemu sang Ratu
Yang padanya sirna segala yang semu
Terbit kemudian hari penuh lagu
Oh terbitlah terbit segala yang padu
Sirnalah sirna segala yang semu
Bukalah jalan kemana segala unsur kehidupan tertuju
Shabran, Nov 2003
Merekah,
Jingga
Kembang kembang sumringah
Bewarna, penuh pesona
Ku tau kau ada tapi tiada
Tak peduli
Apapun itu
Biarkan ini mengalir
Mencurah
Pancarkan daya hidup melimpah limpah
Puputan, Feb 2005
taken from my daily notes
Kang Salim
0 Comments:
Post a Comment
<< Home